SMK BERBASIS IKM
Salam sukses,
Mungkinkah pengembangan industri kecil menengah di Indonesia berawal dari SMK ?
Pertanyaan ini selalu menggelitik hati saya untuk mengungkapkan apa yang selama ini menjadi angan – angan di ruang ijni. Hal ini dilatar belakangi dari kasus yang beberapa tahun lalu menimpa negeri ini. Saat Industri besar kelimpungan menghadapi krisis ekonomi yang melanda negeri ini, justru para praktisi IKM berjalan pada jalan yang aman. Menilik dari peristiwa tersebut, mengapa kita dari dunia pendidikan tidak memikirkan bagaimana SMK yang menjadi produsen tenaga kerja tidak berusaha mengembangkan pola pikir anak didik kita menjadi seorang praktisi yang bergerak dalam dunia IKM saja? Toh untuk memulai usaha ini seseorang tidak perlu menggunakan modal yang gede?
2 Komentar »
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- April 2009 (1)
- Desember 2007 (2)
- November 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
Selamat!! Atas terbitnya Blog ini, semoga dapat memacu diri untuk mengekspresikan diri dengan penuh kemerdekaan.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Inilah…. kalau juru kunci itu memiliki kemmpuan linuih yang berbeda-beda, ya tergantung sama siapa dulu suhu-nya yang terdahulu… bener-bener JOSS apandak? Kalu belum JOSS ya mesti minum yang EKSTRA biar tambah sekti. mBah Maridjan itu suhunya adalah HB IX yang terpercaya. Gak tahu Juru kuncinya Kelud siapa??? Nyatanya kalah sama aparat (mungkin kopral ato bintara), dengan demikian dapat dipastikan suhu-nya tentu bukan kelasnya PERWIRA TINGGI.
Nah berkaitan dengan Ujian NAsional, ini suhunya tentu lebih sakti.. Lha wong sekelompok orang2 pinter yag tergabung dalam forum yang sangat terhormat bernama DPR juga mental koq….
Namun begitu mari kita coba kita lihat sisi positif yang terjadi meskipun tidak harus menutup mata dengan ekses2 negatif yang timbul. Berapa banyak siswa yang persiapan belajarnya lebih giat, berapa banyak guru yang mempersiapkan proses pembelajarannya lebih baik, berapa banyak pemamangku kepentingan turut memikirkan sukses bagi para siswa. Ini semua tentu akibat positif yang muncul dari adanya Ujian Nasional. Perlu kita pahami juga niat baik dari pemerintah melalui pola rekruitmen guru2 penulis soal yang dilakukan dengan cara menjaring guru2 hebat dari seluruh wilayah Indonesia untuk membuat soal Ujian Nasional. Ini menunjukkan bahwa pemerintah juga memahami tentang adanya heterogenitas atau bahkan mungkin kesenjangan tingkat/kemampuan antar daerah. Nah sekarang kembali pada diri kita dalam menyikapi adanya Ujian Nasional. Kalau semua komponen telah bener bener siap, Tanpa Ujian Nasional kenapa tidak??
Wassalam.